Dosen Pengampu : Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd.
Tempat : C3-324 (Universitas Negeri Semarang)
Hari, tanggal : Selasa, 3 April 2018
Assalamu'alaikum wr. wb.
Dalam pertemuan keempat di mata kuliah umum Pendidikan Agama Islam ini kami membahas mengenai konsep manusia. Pembelajaran diawali dengan pertanyaan "Apa itu manusia?". Pertanyaan terlihat sepele, namun banyak mahasiswa yang menjawab kurang tepat, seperti saya contohnya. Ketika ditanya Pak Agung jawaban saya "Manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan nafsu." Jawaban yang kurang memuaskan. Sekitar 20% mahasiswa yang ditanya menjawab kurang lebih demikian. Hingga pada akhirnya salah satu mahasiswa menjawab "Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dari saripati tanah". Dari jawaban inilah menyebabkan pembahasan panjang. Mulai dari munculnya pertanyaan "Saripati tanah itu apa?" "Apakah manusia berasal dari kera seperti yang dikatakan Charles Darwin?" dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan. Hal ini menjadikan perkuliahan semakin seru karena mahasiswa mengeluarkan pendapat dan argumennya masing-masing.
Jika dilihat dari buku ajar "Islam Rahmatan Lil'alamin", disebutkan bahwa konsep manusia dalam Islam dapat dilihat dalam Q.S. Al-Hijr ayat 28-29, bahwa Allah menciptakan manusia yang terdiri materi dan roh, melalui tahapan-tahapan, dari tanah berlumpur hitam yang diberi bentuk dan kemudian menjadi tanah kering seperti tembikar, kemudian setelah disempurnakan bentuknya, Allah meniupkan roh, maka jadilah Adam.
Berdasar atas surah tersebut, Pak Agung bertanya "Lebih percaya mana, manusia dari saripati tanah, kera, atau proses biologis?" Mayoritas mahasiswa menjawab lebih percaya bahwa manusia diciptakan dari saripati tanah. Saya pribadi pun demikian.
Sejarah tidak pernah mengatakan bahwa asal manusia itu dari kera. Hanya Charles Darwin dan para pengikutnya saja yang mengatakan demikian. Kelompok pengikut Darwin ini disebut dengan istilah evolusionis, yaitu orang-orang yang hanya menerka teori yang sebenarnya belum pernah terbukti secara empiris. Bandingkan nilai keshahihannya dengan keshahihan Al-Qur'an, Shahih Bukhari ataupun Shahih Muslim. Hal ini sangatlah bertolak belakang. Teori Darwin ini pun sudah lama tumbang karena beberapa penelitian menyimpulkan bahwa teori yang menyebutkan manusia berasal dari kera ini tidak terbukti. Banyak jawaban mahasiswa yang menyangkal teori Darwin tersebut, seperti "Jika manusia berasal dari kera, seharusnya kera sudah tidak ada lagi karena semua kera sudah berubah menjadi manusia" dan lain sebagainya.
Pertanyaan selanjutnya adalah "Apa itu saripati tanah?" Wah, ini pertanyaan menarik.
Salah satu mahasiswa mengatakan bahwa saripati tanah ini berasal dari makanan dan zat-zat kimia (kebetulan yang menjawab anak kimia :v). Manusia terbentuk dari sel sperma dan sel telur, kemudian terbentuklah zigot. Sel sperma dan sel telur ini mengandung zat-zat yang ada pada makanan yang dikonsumsi manusia. Dan makanan yang kita makan berasal dari tanah seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan (hewan juga makan tumbuhan). Begitupun dengan zat kimia yang ada di sekitar kita. Zat kimia tersebut juga berasal dari tanah seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sebagainya.
"Mengapa kita harus percaya bahwa manusia berasal dari saripati tanah?"
"Apa pembuktiannya?"
Dari beberapa pertanyaan diatas para mahasiswa berusaha menjawab sesuai apa yang mereka ketahui. Hingga pada akhirnya Pak Agung menjelaskan bahwa kita sebagai umat muslim cukup mengimaninya saja. Jika apapun yang ada di dunia ini kita pikirkan dengan logika, pasti tidak akan bisa karena dalam Islam tidak semua hal dapat dilogika. (Iya juga sih, semisal kamu berpikir kenapa lubang di bulan dikatakan sebagai bekas tangan/sayap malaikat yang menempel disitu? waduh bisa gila kalau dilogika :v)
Sekian tulisan dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca :)
Mohon maaf apabila tulisan ini kurang berkenan dihati pembaca. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar