Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam
Dosen Pengampu : Agung Kuswantoro, S. Pd., M. Pd.
Tempat : C3-324 ( Universitas Negeri Semarang )
Hari, tanggal : Selasa, 27 Maret 2018
Assalamu’alaikum wr. wb.
Dalam pertemuan ketiga di mata kuliah Pendidikan Agama Islam ini, kami membahas beberapa pokok permasalahan mengenai konsepsi aqidah dan tauhid. Semua materi terangkum di dalam buku ajar untuk mata kuliah umum Pendidikan Agama Islam "Islam Rahmatan Lil'alamin".
Hari ini Pak Agung membahas pertanyaan yang dilontarkan oleh salah seorang mahasiswi pada pertemuan kedua. Mahasiswi tersebut bertanya mengenai "Apakah perbedaan antara aqidah dan akhlak?"
Akhirnya pada pertemuan ketiga kami membahas jawaban dari pertanyaan tersebut.
Dalam beberapa sumber yang ada, Aqidah berasal dari kata 'Aqoda - Ya'qidu - 'Aqidatan yang berarti simpul, ikatan, perjanjian. Aqidah juga dapat diartikan sebagai keyakinan. Aqidah merupakan suatu keyakinan hidup yang dimiliki manusia. Keyakinan hidup diperlukan sebagai pedoman hidup untuk mengarahkan tujuan hidup manusia sebagai makhluk alam. Pedoman hidup ini dijadikan pula sebagai pondasi dari seluruh bangunan aktifitas manusia. Kesimpulannya aqidah ini merupakan satu hal yang paling mendasar dalam Islam. Kemantapan aqidah dapat diperoleh dengan menanamkan kalimat tauhid La Illaha illa al-Allah (Tiada Tuhan selain Allah). Tidak ada yang dapat menolong, memberi nikmat, mendatangkan musibah, melainkan hanya Allah swt. Dengan kata lain, kebahagiaan dan kesengsaraan kita, Allah-lah yang menentukan.
Sedangkan Akhlak berasal dari kata al-akhlak atau al-khulq yang berarti kebiasaan, tabiat, perangai manusia. Dalam Islam, akhlak manusia mencakup tiga sasaran, yaitu terhadap Allah swt, terhadap sesama manusia, dan terhadap lingkungan. Akhlak terhadap Allah swt bertitik tolak dari pengakuan dan kesadaran bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Akhlak terhadap Allah yaitu dengan mensucikan Allah swt dan memujinya, bertaqwa kepada Allah swt setelah berusaha, dan senantiasa berbaik sangka pada Allah swt.
Aqidah dan Akhlak memiliki arti kata yang berbeda. Namun aqidah dan akhlak memiliki hubungan yang saling terkait. Aqidah merupakan suatu dasar atau pondasi pendidikan akhlak bagi seorang muslim. Oleh karena itu jika seseorang beraqidah benar, maka Insha Allah akhlaknya pun akan baik dan lurus. Kesimpulannya jika kita meyakini Allah dengan benar, maka kita akan dengan mudah berperilaku baik sebagaimana perintah Allah swt dan akan menjauhi segala perilaku yang dilarang Allah swt. Kita sebagai umat muslim haruslah meneladani Rasulullah saw karena kesempurnaan akhlaknya. Jangan menjadikan orang lain yang kita hormati seperti dosen ataupun ustad sebagai teladan kita. Karena beberapa tindakan yang mereka lakukan ditakutkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan membuat kita kecewa.
Kita sebagai manusia perlu menjaga aqidah dan akhlak kita. Selalu bersikap sabar dan menahan emosi dalam menghadapi masalah. Percayalah bahwa Allah swt telah menjamin rezeki tiap-tiap manusia. Seperti yang dikatakan Pak Agung "Coba sesekali kalian pergi tanpa uang, tanpa HP." Dalam hati saya pribadi berkata "Wah, kalau saya ingin balik lagi pak ambil uang. Kalau tidak ya tidak usah pergi sekalian." Dan saya dibuat malu oleh seekor burung yang pergi tanpa membawa apapun tapi bisa kembali ke sarang dengan perut kenyang. Burung saja yang tidak berakal bisa seperti itu. Justru saya sebagai seorang manusia yang berakal dan dapat berpikir malah bergantung pada hal-hal duniawi seakan-akan ragu akan rezeki dari Allah swt. Mungkin pembaca juga pernah berpikiran seperti itu. Hehe. Maka dari itu mulai sekarang mari kita tingkatkan keimanan kita kepada Allah swt dengan mengikuti kajian-kajian dan kegiatan postif yang bermanfaat dalam kehidupan. :)
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar